Siswa
SMK YPKK Tepus saat ini bisa disebut dengan Gen Z atau Generasi Z adalah
generasi yang lahir pada tahun 1997-2012. Mereka merupakan generasi pertama
yang tumbuh dengan adanya teknologi digital. Oleh karena itu, pembelajaran dengan menggukan aplikasi Ibis
Paint X yang merupakan platform digital yang terdapat pada ponsel pintar yang
dimiliki siswa sangat cocok untuk mereka. Dengan kreativitas dan inovasi mereka yang tinggi mereka dapat
memahami dengan mudah tentang penggunaan aplikasi tersebut.
Di
era digital yang semakin menjalar di berbagai bidang membuka kesempatan bagi
siswa Program Keahlian Desain Produksi Busana berlatih menggunakan aplikasi untuk
membuat desain busana. Pada pembelajaran Dasar Busana hari
Senin 3 Februari 2025, siswa telah mempraktekan desain busana digital
menggunakan aplikasi Ibis Paint X. Mereka memanfaatkan ponsel pintar yang
mereka miliki dengan aplikasi Ibis Paint X yang dapat di-download melalui
Google Play. Dengan bimbingan Guru Desain Produksi Busana yang mengenalkan aplikasi
tersebut mulai dari tools dan penggunaannya membuat siswa mudah
menggunakan aplikasi tersebut. Setiap ada kesulitan yang dialami oleh siswa pun
mereka senantiasa bertanya tentang kesulitannya.
Para siswa sangat antusias selama pembelajaran, mereka merasa bahwa aplikasi digital memudahkan mereka untuk mendesain. Tanpa coret-coret di kertas dan menghapus berulang kali hingga kertas menjadi lusuh. Mereka menyadari bahwa selama ini jika menggambar menggunakan kertas memakan waktu yang terlalu lama. Adapun menurut mereka mendesain menggunakan aplikasi lebih seru dan simpel. Serunya mereka dapat eksplorasi lebih menggunakan brush yang beranekaragam dan warna yang tidak hanya itu-itu saja. Menurut mereka lebih simpel karena jika ingin mengulangi dari awal tidak perlu menghapus dan mengulang terlalu banyak. Hasil desain siswa pun sudah luar biasa untuk para pemula yang pertama kali mendesain secara digital.
Namun,
ada salah satu siswa yang kesulitan karena ponsel yang digunakan kurang
mendukung aplikasi tersebut yang menyebabkan nge-lag atau nge-freeze saat
menggunakan aplikasi tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut guru meminjamkan ponselnya
kepada siswa yang kesulitan itu agar tetap bisa praktek dengan lancar. Hambatan
lain yang dialami siswa selama melakukan pembelajaran ini adalah mereka
kebingungan ketika harus membedakan setiap layer berdasarkan setiap
langkah yang dilakukan. Kadang mereka lupa membedakan layer yang
menyebabkan saat proses pewarnaan kurang maksimal. Tetapi hal tersebut dapat
diatasi apabila mereka sering praktek hingga terbiasa.
Pelaksanaan
pembelajaran dengan memanfaatkan platform digital di SMK YPKK Tepus sudah
sering dilakukan. Salah satunya pemanfaatan Ibis Paint X untuk mendesain busana.
Kami berharap walaupun ada beberapa keterbatasan yang dimiliki tidak menjadi
hambatan untuk terus berkembang. Memanfaatkan apa yang sedang berkembang di era
digital saat ini membuktikan bahwa kita mampu beradaptasi dengan Revolusi
Industri 4.0. (fik)
Posting Komentar